Move On
MOVE ON.
rasa-rasanya aku akan menjalani hal itu. sudah tidak ada lagi harapan buatku. aku juga tidak mengerti mengapa kamu benar-benar membenciku. mungkin karena perkataanku yang kasar. tapi perlakuanmu tak sebanding dengan apa yang aku ucapkan.
apa aja yang sudah pernah kamu perbuat? banyak, dan parahnya kamu pernah punya cewek selingan, dan aku tak pernah tau. SAKIT! iya sakit. mungkin memang kamu ngerasain sakit, tapi aku lebih sakit! aku tidak pernah menegurmu atas semua itu. aku tak bisa menegurmu untuk hal-hal yang terlalu menyakitkan aku. AKU TAU, TAPI AKU DIAM!
dan mungkin sakit hati itu juga yang membuatku sampai sekarang masih menyimpan rasa buatmu. masih menyimpan semua kenangan kita baik-baik. masih punya sejuta harapan dan khayalan tentang kamu, dan memperbanyak rasa cintaku daripada rasa benciku.
tapi alangkah lebih sakitnya aku, waktu kamu mencemooh aku seenakmu. apa kamu tidak pernah menyadarinya? AKU BENCI KAMU, TAPI AKU LEBIH CINTA KAMU! sadar. memang aku pernah melukaimu, memang aku membencimu, tapi cintaku mengalahkan semua rasa benci itu. kenapa? kenapa tak pernah mempercayaiku? pantaskah aku mendapat balasan yang seperti itu? rasanya tidak.
sabar memang tak berbatas, tapi aku yang membatasinya. aku hanya bisa bersabar sampai disini, aku tidak bisa lagi bersabar untuk beberapa waktu ke depan, aku tidak bisa lagi menyimpan semua rasa sakit ini tanpa kata "MAAF" darimu.
maafkan aku, untuk semua kesalahanku, untuk semua lukamu, untuk semua luputku. maaf.
dan maaf, I'll MOVE ON. I'm sure, I'll find someone better than you, and you too.
jangan pernah sesali apa yang sudah terjadi, apa yang sudah kita lalui, dan apa yang sudah kita perbuat. jangan pernah lupakan semua tentang kita. simpan, simpan semua kisah kita yang pernah ada. jangan hapus itu dari memorimu, dan akupun akan melakukannya juga.
with smile,
Lily :)


Hello everybodeeh, it's still me, Lily. oh no no, you can call me Lilo, or ehmm Pradipta. it's up to you.
Travel to Makkah
